Seorang Musim Adalah Saudara Bagi Muslim Lainnya, Maka Berilah Nasihat Saat Dia Meminta Nasihat

Jumat, 15 Mei 2009

Sekelumit tentang sejarah perpecahan wacana islam

Sejak Nabi Muhammad SAW wafat, para sahabat banyak yang menjadi ahli mujtahid dan fatwa dengan tetap berpijak pada AlQuran dan AsSunnah.
Dengan semakin meluasnya kekuasaan islam, semakin beraneka pula corak, warna, dan persepsi pemeluk islam yang datang belakangan.
Bahkan ada yang dengan sengaja mengkombinasikan antara agama yang dipeluknya semula dengan agama Islam yang baru saja dipeluknya.
Hal inilah yang menjadikan Islam semakin beraneka makna, bukan Islamnya yang salah tetapi pemeluknya yang kreatif itulah yang harus mempertanggung jawabkan apa yang telah mereka munculkan ke permukaan dari ide-ide mereka yang sebagian sesat dan menyesatkan.
Maka tidak dibenarkan pada saat sekarang ini, di mana semua ilmu telah terbuka, kemudian para pemeluk agama Islam (Muslim) hanya melakukan taqlid buta.
Sudah suatu keharusan bagi setiap pemeluk agama Islam (Muslim) untuk mengetahui dasar-dasar agama, sehingga mereka benar-benar sadar beragama, bukan sekedar mengaku, "AKU MUSLIM".
Adanya gerakan-gerakan Islam pembaharuan sebenarnya ingin mengadakan perubahan persepsi agama, tetapi tetap saja hasilnya MASIH NIHIL, karena ternyata banyak (mayoritas) dari muslim kurang menerima akan adanya pembaharuan Islam, sehingga pembaharuan Islam hanya menjadi sebuah isu yang sampai sekarang belum selesai diperdebatkan.
Tokoh-tokoh pembaharuan sangat bersemangat untuk menetralkan persepsi muslim tentang kema'shuman para sahabat, karena bagaimanapun mereka juga manusia, dan yang dinash ma'shum hanyalah Rasulullah SAW. maka mereka tetap berjuang untuk perubahan walau berat tantangan yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentar anda.